
Bandung – pada tahun 2019 ini, Badan Eksekutif Unikom membuat program kerja yaitu FORSBUD (Festival Olahraga Seni Budaya) di event tersebut BEM melibatkan seluruh Himpunan Mahasiswa (HIMA) berjumlah 19 Himpunan untuk ikut serta dalam acara tersebut. Rangkaian acara yang dilaksanakan yaitu Basket, Bulu tangkis, Futsal, Sepak bola dan Voli untuk e-sport ada lomba Mobile Legends, PES dan PUBG. Perlombaan tersebut boleh diikuti hanya untuk mahasiswa UNIKOM saja terkecuali untuk E-Sport boleh tidak diharuskan mahasiswa UNIKOM. Bem tidak hanya membuat lomba untuk mahasiswa UNIKOM saja, dari SMA di kota bandung pun turut ikut serta dalam perlombaan ini hanya saja dipisahkan perlombannya dengan mahasiswa. Acara tersebut dilaksanakan dari tanggal 1 -13 juli 2019 yang ditutup dengan closing ceremony dari setiap HIMA membuka booth dan dimeriahkan dengan 4 guest star.
Menariknya di hari terakhir acara FORSBUD yang dinantikan, karena dari seluruh Himpunan Mahasiswa berkumpul dalam satu lapang dan saling memperlihatkan apa yang ada di jurusannya. Booth ini tidak asal di konsep oleh setiap HIMA-nya tapi sudah dintentukan oleh BEM. Konsep tersebut yaitu muncul berawal dari banyaknya ORDA ( Organisasi Daerah ) di UNIKOM cukup banyak. Maka dari itu Bem mengambil 19 konsep dari tiap ORDA tersebut. Himpunan Mahasiswa Desain Interior mendapatkan konsep dari Kalimantan barat yang ordanya tersebut berasal dari suku Dayak.
Booth HIMA Desain Interior menampilkan karya-karya terbaik dari mahasiswa sendiri yaitu nirmana 2D dan 3D, Portofolio, alat tradisional suku Dayak, backdrop yang berkonsep bulu burung Ruai dari suku Dayak, pendant lamp segitiga dan Makanan ringan yang diperjual belikan yang dimana menjual makanan tersebut sebagai dana usaha untuk mempersiapkan acara TKMDII selanjutnya. Dalam kegiatan FORSBUD ini HIMA Desain interior tidak hanya menampilkan karya saja juga memperlihatkan konsep dari budaya Dayak tersebut tidak hanya dengan atribut saja, diaplikasikan ke Desain Interior pun dapat kami perlihatkan.